BELAJAR DARI GAGALNYA JD.ID
DIREKTURNYA SUKA BOONG??
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=XAsI0MDrkdE
Raymond Chin
LATAR BELAKANG
Dibangun pada tahun 1998 dengan nama Jingdong Century Trading.co sebagai toko yang menjual barang elektronik dan belum menjadi e-commerce. Barang dagangan yang mereka jual adalah disk magnet optical. Tahun 2004 mulailah membuat website B2C pertamanya yang rilis dengan nama Jalaser.com.
Pada tahun 2007 berubah nama lagi menjadi Jingdong Mall. Sebenarnya konsepnya sama dengan yang lama, yakni toko elektronik atau toko offline yang dijadikan online store. Di tahun 2008, JD mall berubah menjadi offer general merchandise, toko yang awalnya hanya menjual barang elektronik menjadi full e-commerce platform sehingga tahun 2010 menjadi benar-benar e-commers.
Pada tahun 2014 JD.com memulai ekspansi globalnya dan di tahun yang sama JD.com resmi meluncurkan JD.id di Indonesia yang merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya di Asia Tenggara. Sejak itu, JD.id terus berkembang pesat dan memperluas kategori produknya dari produk elektronik hingga produk fashion, kecantikan, makanan dan minuman, serta produk-produk kesehatan dan kebugaran. JD.id juga berfokus pada memberikan pengalaman belanja yang nyaman dan aman bagi para pelanggan dengan menghadirkan layanan pengiriman yang cepat dan dapat dipercaya.
Sejak diluncurkan pada tahun 2015 JD.id terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Pada tahun 2018, JD.id meraih penghargaan sebagai "E-commerce Terbaik" dalam ajang Indonesia E-commerce Awards. Penghargaan ini merupakan bukti dari kualitas pelayanan dan produk yang ditawarkan oleh JD.id. Perkembangan e-commerce menjadi salah satu industry yang paling cepat di Indonesia dimana penetrasinya 76% diatas China (menit ke 3:32). Padahal market elektronik dan garansi produk dijamin ori hanya dipegang oleh JD.id, mereka juga memiliki logistic center bernama JDL.Express Indonesia yang memiliki 11 gudang, 250 drop point dan 3 ribu kurir tapi ternyata gagal di Indonesia.
Apa penyebabnya?
PERMASALAHAN ORGANISASI
Asumsi Raymond Chins yang membuat video ini, faktor kegagalan JD.id adalah karena dua hal yakni gagal adaptasi behavior market dan gagal saing dengan competitor lain seperti Tokopedia dan shopee (menit ke 4:20).
Fenomena umum di dunia start up, banyak founder start up yang jago bikin PPT (menit ke 4:45) mereka pintar mengemas sebuah data atau situasi bisnis menjadi lebih indah dari kenyataannya. Sejalan dengan statement Richard Liu pendiri JD.com bahwa 40 VP yang ada di JD.id suka bohong tentang keadaan yang sebenarnya tidak baik-baik saja dilaporkan baik-baik saja (menit ke 5:05) inilah yang menjadi salah satu penyebab gagalnya JD.id. Padahal seharusnya good strategic need good people to create good execution yang membutuhkan orang-orang jujur dan berkarakter good corporate governance dan berintegritas.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU ORGANISASI
Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu sistem pengendalian internal perusahaan yang bertujuan untuk mengelola risiko, mengatur pola hubungan harmonis antara perusahaan dan pemangku kepentingan, serta menciptakan pengawasan efektif berdasarkan keseimbangan hak dan tanggung jawab.
Menurut Komite Cadburry (dalam Tjager et al, 2003, hal.26), Good Corporate Governance adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan perusahaan dalam memberikan pertanggungjawabannya kepada para shareholders khususnya, dan stakeholders pada umumnya .
Dalam kasus JD.id ini, pola hubungan antara perusahaan dengan pemangku kepentingan tidaklah didasari dengan karakter yang jujur dan integritas tinggi oleh para VP nya. Padahal prinsip-prinsip GCG meliputi profesionalisme, kewajaran, transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab. Selain itu, GCG juga mencakup komitmen terhadap teamwork, integrity, professionalism, dan service excellence (anggita, 2023).
Sementara itu integritas dalam kepemimpinan menjadi perhatian yang makin berkembang dalam bisnis dan organisasi (Kanungo & Mendonca, 1996) Dalam kasus Jd.id ini, Dimana para VP mengemas laporan yang tidak sesuai realitas menyebabkan eksekusi yang tidak tepat dan berakhir dengan ditutupnya JD.id ini merugikan banyak pihak yang telibat didalamnya, termasuk konsumen.
Dunia bisnis menjadi ajang pertarungan tentang komitmen menjunjung tinggi nilai-nilai etis di tengah-tengah perburuan meraih sukses dilihat dari tolok ukur ekonomi yang kasat mata. Dunia bisnis memberikan banyak peluang untuk bisa melakukan segala cara demi meraih keuntungan sebagai tolok ukur utama keberhasilan. Makin besar suatu bisnis, akan makin besar peluang untuk menentukan apa yang akan dilakukannya, termasuk dengan mengabaikan kewajiban-kewajiban etis yang mengikatnya untuk diamalkan.
Dalam dunia kerja, kata integritas bukan hanya masalah kejujuran, masalah etis dan moral, bahwa orang tidak berbohong atau tidak melakukan hal-hal tidak bermoral. Integrity berkaitan juga dengan kinerja, suatu pencapaian hasil baik yang dicapai dengan selalu menjunjung tinggi kejujuran dan nilai-nilai moral lainnya. Kata integrity berasal dari akar kata “integrated”, yang berarti berbagai bagian dari karakter dan keterampilan berperan aktif dalam diri kita, yang tampak dari keputusankeputusan dan tindakan-tindakan kita (Lee, 2006).
Untuk dapat menghasilkan kinerja baik di tempat kerja, seseorang harus memiliki dalam dirinya kemampuan-kemapuan seperti, jujur, berani, berdaya juang, membangun hubungan baik, pandai mengorganisasikan diri sendiri, teratur, dan terencana dengan baik. Seorang pemimpin selalu menjadi pusat perhatian, pedoman, dan acuan bagi semua anggota dalam organisasi. Hal-hal yang diputuskan atau dilakukannya selalu menjadi referensi bagi para anggota dalam bertindak termasuk para pemangku kepentingan, dalam kasus ID.id ini adalah pemegang saham. Hal-hal yang diperhatikan khususnya menyangkut konsistensi antara perkataan dan tindakannya, cara dia menangani masalah, menghadapi keluhan karyawan dan pelanggan, dan pertimbangan-pertimbangan yang digunakannya ketika hendak memutuskan sesuatu.
Ketika kebijakan yang diambil ternyata keliru, dimana secara terang-terangan atau samarsamar mengabaikan aspek-aspek etis, maka seluruh karyawan atau bawahan ikut terbawa untuk mewujudkan keburukan atau kekeliruan yang terkandaung dalam kebijakan itu.
KESIMPULAN
Fokus utama dari video ini adalah membahas kegagalan JD.ID di Indonesia dan dugaan kebohongan dari direktur JD.ID terkait dengan kinerja perusahaan dan alasan penutupan bisnis mereka di Indonesia. Video ini juga memberikan pelajaran yang dapat diambil dari kasus JD.ID, termasuk pentingnya pemahaman mendalam tentang pasar lokal dan perubahan perilaku konsumen.
Maka yang bisa kita pelajari dari kasus JD.id ini adalah : Good people matters, good character good integrity. Seseorang yang memiliki integritas dapat menunjukkan bahwa mereka membuat pilihan-pilihan etis dalam kehidupan mereka tiap hari. Mereka aktif mempromosikan integritas melalui sikap dan tindakan pribadi mereka, kepercayaan dan komitmen pada nilai inti organisasi (Gauss, 2000).
Secara lebih jelas hal ini dikemukakan oleh Simons (2002), bahwa integrity merupakan sebuah pola yang kelihatan dimana adanya kesamaan antara kata dan perbuatan. Adaptasi market, bahwa strategi yang sukses di suatu negara belum tentu bisa dibawa atau diadaptasi ke negara lain.
REFERENSI
https://employers.glints.com/id-id/blog/5-prinsip-good-corporate-governance-gcg/ https://media.neliti.com/media/publications/167005-ID-integritas-personal-dan-kepemimpinan-eti.pdf http://etheses.iainkediri.ac.id/7454/3/931418218_bab2.pdf https://repository.unsri.ac.id/53105/1/Perilaku%20Organisasi%20Revisi%20Final.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar