MENGENAL DIRI, MENGELOLA BAHAGIA


 

MENGENAL DIRI, MENGELOLA BAHAGIA

NOVIE ANGGRIANI

 

Disampaikan dalam Webinar Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT Sinegri Gula Nusantara

Kamis, 2 Oktober 2025

 






KARENA IBU BEGITU BERHARGA,

Di dalam setiap rumah tangga, Ibu adalah jantung, manajer keuangan, konselor, sekaligus madrasah pertama bagi anak-anak. Peran ganda yang mulia ini menuntut energi, kesabaran, dan pengorbanan yang luar biasa. Namun, dalam hiruk-pikuk peran tersebut, kita sebagai istri dan ibu seringkali lupa satu hal paling mendasar dan krusial: mengenal dan merawat diri sendiri. Inilah yang membuat tema webinar kali ini, “Mengenal Diri Mengelola Bahagia”, menjadi sangat penting dan relevan.

Kita tidak bisa mengisi gelas orang lain (keluarga) jika gelas kita (diri sendiri) kosong. Kelelahan, emosi yang tak stabil, dan badai stres yang sering melanda, sebagian besar berakar dari ketidakpahaman kita terhadap pemicu diri sendiri, terhadap kekuatan yang kita miliki, dan kelemahan yang perlu kita hadapi.

Mengenal diri sendiri bukanlah kemewahan, melainkan langkah awal yang fundamental untuk menjadi ibu dan istri yang lebih tenang, bahagia, dan bermanfaat bagi keluarga. Ini adalah cara kita berhenti menyalahkan diri sendiri atas kekurangan, dan mulai bersyukur atas anugerah dan potensi yang telah diberikan-Nya.

Webinar ini hadir sebagai undangan tulus bagi Ibu-ibu hebat anggota IKBI : Mari kita ambil jeda sejenak. Mari kita temukan 'peta' untuk pulang dari badai stres. Dengan memahami diri secara jujur melalui alat sederhana seperti Analisis SWOT dan Jendela Johari, semoga kita bisa mengelola emosi dan stres dengan lebih bijaksana, mengambil keputusan yang lebih tepat, dan pada akhirnya, memperkuat hubungan dalam keluarga.

Tujuan kita sederhana : bukan untuk menjadi sempurna, tetapi untuk menemukan versi terbaik diri kita, sehingga kita dapat kembali ke rumah dengan energi penuh, dan menjadi sumber ketenangan serta kebahagiaan sejati bagi seluruh keluarga. Mari kita mulai perjalanan penuh makna ini, bersama komunitas IKBI.

 

MENGAPA PENTING MENGENAL DIRI?

Mengenal diri bukan hanya tentang mengetahui nama atau tanggal lahir, tapi tentang memahami pikiran, perasaan, dan potensi terdalam kita. Ini adalah cara untuk bersyukur atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Dalam ranah psikologi, perjalanan mengenal diri erat kaitannya dengan konsep Aktualisasi Diri (Self-Actualization) yang dipopulerkan oleh bapak psikologi humanistik, Abraham Maslow. Maslow menyusun kebutuhan manusia dalam bentuk piramida yang dikenal sebagai Hierarki Kebutuhan. Ia berpendapat bahwa setiap individu memiliki dorongan atau kebutuhan bawaan untuk naik ke puncak piramida tersebut, yaitu untuk mencapai potensi penuh mereka menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Hierarki Menuju Puncak:

1.      Kebutuhan Dasar Fisiologis (Makan, tidur, pakaian)

2.      Kebutuhan Keamanan (Kestabilan, perlindungan)

3.      Kebutuhan Rasa Cinta dan Kepemilikan (Belongingness)

4.      Kebutuhan Penghargaan (Esteem) (Pengakuan, status, kepercayaan diri)

5.      Kebutuhan Aktualisasi Diri (Memenuhi potensi diri)

Maslow meyakini bahwa seseorang hanya dapat benar-benar fokus pada Aktualisasi Diri yaitu hidup yang bermakna, kreatif, dan penuh potensi setelah kebutuhan pada tingkat-tingkat di bawahnya (fisiologis, keamanan, cinta, dan penghargaan) terpenuhi.

Proses "Mengenal Diri" yang kita bahas adalah langkah esensial menuju aktualisasi diri ini. Ketika seorang ibu mengenali kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness)-nya (seperti dalam Analisis SWOT), ia sedang melakukan inventarisasi sumber daya internalnya untuk mendaki piramida Maslow.

Ø  Mengenal Kekuatan : Seorang ibu yang mengenali kekuatan dirinya, misalnya pandai mengatur keuangan atau mahir memasak, tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar (fisiologis/keamanan), tetapi juga dapat bergerak ke tingkat Penghargaan (merasa kompeten dan dihargai).

Ø  Mengenal Kelemahan & Potensi : Mengenal kelemahan dan potensi tersembunyi (Unknown Self pada Johari Window) adalah dorongan untuk bertumbuh dan berkreasi. Inilah esensi aktualisasi diri. Ibu yang teraktualisasi mampu menyeimbangkan peran domestik dengan hasrat pribadinya misalnya, dari hanya sekadar memasak (skill yang memenuhi kebutuhan dasar) menjadi membuka kelas memasak online atau menulis buku resep (kreativitas yang memenuhi potensi penuh).

Ibu yang teraktualisasi adalah ibu yang utuh dan mandiri secara emosional. Ia tidak lagi mencari validasi dari luar, melainkan memberi dari kelimpahan yang ia miliki di dalam dirinya. Dengan demikian, ia mampu memberi energi positif, ketenangan, dan kebahagiaan sejati kepada seluruh anggota keluarga.

 

MANFAAT UTAMA DARI MENGENAL DIRI SENDIRI ADALAH:

1.      Mengelola Emosi dan Stres : Ketika Ibu tahu apa yang memicu kecemasan atau kemarahan, Ibu bisa mengatasinya lebih baik. Seperti kata pepatah, "Ketika Ibu mengenal diri, Ibu akan menemukan peta untuk pulang dari badai stres"

Contoh: Ibu tahu bahwa kondisi rumah yang berantakan membuat Ibu mudah stres dan marah. Dengan mengenalinya, Ibu bisa membuat jadwal bersih-bersih yang realistis atau meminta bantuan suami/anak untuk mencegah stres memuncak

2.      Mengambil Keputusan dengan Bijak: Memahami nilai-nilai dan tujuan hidup membantu Ibu membuat pilihan yang tepat, baik untuk diri sendiri maupun keluarga

3.      Menguatkan Hubungan: Ketika Ibu memahami diri sendiri, Ibu akan lebih mudah berempati dan berkomunikasi efektif dengan suami dan anak-anak.

  

BEDAKAN ANTARA SELF ANALYSIS, SELF JUDGMENT DAN SELF DIAGNOSTIC

Analisis Diri (Self-Analysis) = Proses yang Membangun

Analisis Diri adalah kegiatan reflektif dan sistematis yang fokus pada pemahaman dan perbaikan. Ini adalah proses yang jujur untuk mengidentifikasi siapa diri kita, mengapa kita bereaksi seperti itu, dan potensi apa yang kita miliki. Karakteristik Utama Analisis Diri yang Sehat karena :

  1. Berorientasi pada Pertumbuhan (Growth-Oriented) : Tujuannya adalah untuk menemukan solusi dan strategi. Ketika Ibu menemukan kelemahan (misalnya, mudah cemas), fokusnya adalah mencari teknik pengelolaan emosi (misalnya, teknik pernapasan atau dzikir).
  2. Sistematis dan Terstruktur : Menggunakan alat bantu seperti SWOT atau Jendela Johari memberikan kerangka kerja. Analisis dilakukan pada empat kuadran atau empat jendela, memastikan penilaian yang lebih komprehensif, bukan hanya fokus pada satu kekurangan.
  3. Menerima Ketidaksempurnaan: Analisis diri dimulai dari premis bahwa "Tidak ada yang sempurna", dan ini adalah langkah untuk lebih mengenal diri. Proses ini mendorong Ibu untuk mencintai proses, bukan hanya hasil akhir.
  4. Mencari Insight : fokus pada pertanyaan "Mengapa ini terjadi?" dan "Bagaimana saya bisa memanfaatkannya?" (misalnya, "Peluang apa yang bisa saya manfaatkan dari lingkungan?"

 Menghakimi Diri (Self-Judgment) = Jebakan yang Merugikan

Berbeda dengan analisis diri yang bertujuan membangun, Self-Judgment cenderung menghambat pertumbuhan dan merusak kesehatan mental. Penghakiman diri adalah tindakan emosional yang seringkali dipicu oleh standar kesempurnaan yang tidak realistis.

 

PERNYATAAN

ANALISIS DIRI

PENGHAKIMAN DIRI

"Saya memiliki kelemahan yaitu kurang disiplin waktu. Saya perlu membuat jadwal sederhana."

"Saya pemalas dan tidak berguna karena selalu menunda pekerjaan. Saya ini memang tidak becus menjadi ibu."

FOKUS

Mengelola kelemahan, bukan menyalahkan diri

Menghukum diri sendiri, menjatuhkan label negatif yang permanen, dan terjebak dalam rasa bersalah (guilt).

HASIL

Motivasi untuk berubah, dan menerima diri sepenuhnya8.

Menurunnya kepercayaan diri dan memicu stres atau depresi.

 

 

Diagnosis Diri (Self-Diagnosis) = Membahayakan Diri

Diagnosis diri adalah upaya yang berbahaya untuk mendiagnosis diri sendiri dengan gangguan mental (misalnya, bipolar, ADHD, atau kecemasan klinis) hanya berdasarkan informasi yang didapat dari internet atau pengalaman personal.

 

FUNGSI

ANALISIS DIRI

DIAGNOSIS DIRI

Alat untuk pertumbuhan pribadi.

Mengambil peran profesional kesehatan mental.

BATASAN

Menyatakan kelemahan (misalnya, "mudah cemas" 9).

Menyatakan kondisi klinis (misalnya, "Saya menderita Bipolar Disorder deh kayaknya").

REKOMENDASI

Jika kelemahan sudah mengganggu fungsi harian, langkah selanjutnya adalah mencari Konsultan Pendidikan atau Konselor Keluarga.

Mengobati diri sendiri berdasarkan asumsi, yang bisa berakibat salah penanganan dan menunda bantuan profesional yang tepat.

 

Intinya, analisis diri yang sehat akan mengantar Ibu pada pertanyaan refleksi "Satu hal kecil apa yang akan Ibu mulai lakukan untuk lebih mengenal diri sendiri?". Sementara itu, Self-Judgment akan menjebak Ibu, dan Self-Diagnosis akan mengarahkan Ibu pada label yang tidak akurat, tanpa solusi yang tepat. Selalu prioritaskan mencari bantuan dari profesional jika masalah emosi atau mental sudah mengganggu kualitas hidup.

 

Batasan: Analisis Diri vs. Self-Diagnosis/Self-Judgment

Sangat penting untuk membedakan Analisis Diri yang sehat dengan tindakan yang merugikan:

TUJUAN

ANALISIS DIRI YANG SEHAT

SELF-DIAGNOSIS & SELF-JUDGMENT YANG BERBAHAYA

Insight dan Perbaikan.

Memberi label penyakit mental atau Menghakimi/Menyalahkan Diri.

FOKUS

Mengidentifikasi kekurangan yang dapat diperbaiki

Terjebak pada kekurangan dengan label negatif yang permanen.

AKSI

Mencari cara mengelola kelemahan (misalnya, mudah cemas? Coba teknik pernapasan)

Menarik diri, merasa tidak berharga, dan menolak meminta bantuan profesional.

 

SLIDE 11

ALAT UNTUK MENGENAL DIRI LEBIH DALAM

Dua alat yang bisa Ibu gunakan untuk menganalisis dan membuka diri adalah Analisis SWOT dan Jendela Johari (Johari Window). Ibu bisa melakukan SWOT secara mandiri, tetapi meminta feedback jujur dari suami atau teman dekat dapat membantu memvalidasi apakah kekuatan (S) Ibu benar-benar terlihat oleh orang lain. Jendela Johari menuntut keterlibatan orang lain karena kuadran Blind Self (Diri Buta adalah hal yang orang lain tahu tentang Ibu, tapi Ibu tidak tahu) hanya dapat diungkap melalui umpan balik yang jujur (feedback) dari mereka. Membuka diri dan mendengarkan masukan adalah langkah untuk mengenal diri secara utuh

 

ANALISIS SWOT (KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN)

Analisis SWOT adalah alat strategis yang biasanya digunakan dalam dunia bisnis, namun sangat efektif untuk analisis diri. SWOT memetakan kondisi diri Ibu saat ini dan merencanakan langkah ke depan. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna; ini adalah langkah awal untuk perbaikan melalui empat kuadran :

A.       Internal (Diri Sendiri):

1.      Strengths (Kekuatan): Kelebihan atau keunggulan diri yang sudah Ibu kuasai.

2.      Weaknesses (Kelemahan): Kekurangan internal yang perlu Ibu perbaiki atau kelola.

B.       Eksternal (Lingkungan):

3.      Opportunities (Peluang): Faktor-faktor di luar diri yang bisa Ibu manfaatkan.

4.      Threats (Ancaman): Hambatan dari luar yang bisa menghambat tujuan Ibu.

KATEGORI

PERTANYAAN KUNCI

CONTOH

(IBU RUMAH TANGGA)

S

STRENGTHS (KEKUATAN)

"Apa kelebihan/keunggulan diri saya?"

Pandai memasak, terampil mengatur keuangan rumah tangga, sabar mengajari anak.

W

WEAKNESSES (KELEMAHAN)

"Apa kekurangan yang perlu saya perbaiki?"

Mudah cemas, kurang disiplin waktu, sering menunda pekerjaan, sulit berkata "tidak".

O

OPPORTUNITIES (PELUANG)

"Peluang apa yang bisa saya manfaatkan dari lingkungan?"

Adanya komunitas IKBI, tetangga yang ingin kursus masak, program sekolah online untuk menambah skill, tren menjual makanan beku.

T

THREATS (ANCAMAN)

"Apa hambatan dari luar yang bisa menghambat?"

Kesibukan anak yang tiba-tiba padat, lingkungan sosial yang toxic (suka membandingkan), harga bahan pokok yang naik, munculnya pesaing jika Ibu berbisnis.

 

Tips: Buatlah daftar kecil dari poin-poin ini untuk diri Ibu sendiri!

 

MEMBUKA DIRI DENGAN JENDELA JOHARI (JOHARI WINDOW)

Jendela Johari (Johari Window)

Jendela Johari adalah model grafis tentang kesadaran diri yang digunakan untuk memahami dan meningkatkan komunikasi interpersonal. Model ini diciptakan pada tahun 1955 oleh dua psikolog Amerika, Joseph Luft dan Harry Ingham (nama "Johari" berasal dari gabungan nama mereka). Tujuan awalnya adalah membantu peserta dalam kelompok pelatihan untuk lebih memahami dinamika hubungan mereka. Jendela Johari membagi informasi tentang diri menjadi empat kuadran berdasarkan apa yang diketahui oleh diri sendiri dan apa yang diketahui oleh orang lain (Known to Self/Others, Unknown to Self/Others).

Jendela Johari adalah model sederhana untuk membantu Ibu memahami hubungan Ibu dengan orang lain dan diri sendiri melalui kesadaran diri. Model ini membagi pengetahuan tentang diri Ibu ke dalam empat kuadran :

1.      OPEN SELF (Diri Terbuka): Informasi tentang Ibu yang diketahui oleh Ibu sendiri dan orang lain. Ini termasuk kepribadian, skill, atau fakta yang mudah terlihat (misalnya: Ibu adalah istri planters).

2.      BLIND SELF (Diri Buta): Informasi tentang Ibu yang orang lain tahu, TAPI Ibu tidak tahu. Misalnya, Ibu tidak sadar bahwa Ibu sering berbicara terlalu cepat saat panik, tetapi suami atau teman Ibu menyadarinya.

3.      HIDDEN SELF (Diri Tersembunyi): Informasi tentang Ibu yang Ibu tahu, TAPI orang lain tidak tahu. Ini bisa berupa rahasia, impian yang belum terwujud, atau rasa tidak aman yang Ibu sembunyikan (misalnya: Ibu sebenarnya ingin sekali melanjutkan kuliah S2, tapi belum pernah mengungkapkannya).

4.      UNKNOWN SELF (Diri Tak Dikenal) : Informasi tentang Ibu yang TIDAK Ibu dan orang lain tahu. Ini adalah potensi atau bakat tersembunyi yang baru akan muncul di situasi baru (misalnya: Ibu baru tahu pandai membuat kerajinan tangan setelah ikut  workshop secara tidak sengaja).

 

Cara Praktis Menggunakan Jendela Johari

1.      Analisis Diri (Self): Ibu pilih 6 kata sifat dari daftar di atas yang paling menggambarkan diri Ibu.

2.      Analisis Orang Lain (Others) : Minta suami, atau teman dekat yang Ibu percaya, untuk memilih 6 kata sifat dari daftar ini yang menurut mereka paling menggambarkan Ibu. Kemudian, petakan hasilnya ke dalam Jendela Johari :

a.      Open Self (Diri Terbuka): Kata yang dipilih oleh Ibu dan orang lain. (Area ini menunjukkan kesamaan pandangan).

b.      Blind Self (Diri Buta) : Kata yang dipilih oleh orang lain TAPI TIDAK Ibu. (Area ini memerlukan feedback agar Ibu sadar).

c.       Hidden Self (Diri Tersembunyi): Kata yang dipilih oleh Ibu TAPI TIDAK orang lain. (Area ini perlu Ibu buka/komunikasikan agar orang lain tahu)

 

Dengan membuka diri (memperluas OPEN SELF dan mengurangi kuadran lain), Ibu akan mencapai hubungan dan komunikasi yang lebih kuat, baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Ini bisa dilakukan dengan memberi feedback (mengurangi BLIND SELF) dan membuka diri atau bercerita (mengurangi HIDDEN SELF).

 

Kata-kata ini dapat membantu Ibu dan pasangan/teman dalam memberikan feedback dan mengidentifikasi karakteristik diri, baik yang sudah diketahui maupun yang masih tersembunyi. 

56 Kata Sifat Asli Jendela Johari

No.

Kata Sifat (Indonesia)

Kata Sifat (Inggris)

No.

Kata Sifat (Indonesia)

Kata Sifat (Inggris)

1

Mampu

Able

29

Logis

Logical

2

Dapat Diterima

Accepting

30

Mencintai

Loving

3

Adaptif

Adaptable

31

Dewasa

Mature

4

Berani

Bold

32

Termotivasi

Motivated

5

Tenang

Calm

33

Gugup

Nervous

6

Peduli

Caring

34

Peka

Observant

7

Ceria

Cheerful

35

Terorganisir

Organized

8

Cerdas

Clever

36

Sabar

Patient

9

Kompleks

Complex

37

Kuat

Powerful

10

Percaya Diri

Confident

38

Bangga

Proud

11

Kooperatif

Cooperative

39

Tenang (Diam)

Quiet

12

Pemberani

Courageous

40

Reflektif

Reflective

13

Ramah

Friendly

41

Santai

Relaxed

14

Bergantung

Dependent

42

Religius

Religious

15

Bermartabat

Dignified

43

Responsif

Responsive

16

Enerjik

Energetic

44

Mencari

Searching

17

Ekstrovert

Extroverted

45

Mandiri

Self-Assertive

18

Penakut

Fearful

46

Sadar Diri

Self-Conscious

19

Suka Memberi

Giving

47

Sensitif

Sensitive

20

Bahagia

Happy

48

Sentimentil

Sentimental

21

Suka Menolong

Helpful

49

Tulus

Sincere

22

Imajinatif

Imaginative

50

Pintar

Smart

23

Tidak Dewasa

Immature

51

Spontan

Spontaneous

24

Independen

Independent

52

Simpatik

Sympathetic

25

Cerdik

Ingenious

53

Tegang

Tense

26

Introvert

Introverted

54

Dapat Dipercaya

Trustworthy

27

Baik Hati

Kind

55

Hangat

Warm

28

Tahu

Knowing

56

Bijaksana

Wise

 

JEMBATAN BAHAGIA, MENGENAL DIRI = MERAWAT DIRI

(Tujuan: Menghubungkan Kelemahan (W) yang teridentifikasi (misalnya cemas, tidak disiplin waktu) dengan solusi praktis yaitu Self-Care.)

Ibu-ibu, setelah kita tahu di mana Kelemahan kita, kita harus ingat: mengenal diri bukanlah tentang menyalahkan diri, tapi tentang memberi diri kita bahan bakar yang tepat. Inilah cara kita menerjemahkan self-knowledge (mengenal diri) menjadi self-management (mengelola bahagia).

SELF MANAGEMENT

1.       Self-Care Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan. Self-Care bagi ibu rumah tangga bukanlah pergi ke spa setiap minggu. Self-Care adalah mengisi ulang tangki energi kita agar kita bisa memberi tanpa burnout. Ingat, Ibu adalah madrasah pertama. Sebuah sekolah tidak akan bisa mendidik jika bangunannya roboh atau gurunya sakit. Ibu adalah 'bangunan' dan 'guru' itu.

2.       Menghadapi "Rasa Bersalah Ibu" (Mom Guilt). Kelemahan terbesar banyak ibu adalah rasa bersalah saat mengambil waktu untuk diri sendiri. Ini adalah internal threat (ancaman internal) yang harus kita hadapi. Kenali Guilt sebagai alarm palsu : ketika rasa bersalah datang, tarik napas dan ingatkan diri bahwa Self-care bukan egois, tapi investasi. Saya istirahat sejenak agar saya bisa membersamai anak dan suami dengan senyum, bukan amarah.

 

Self-Care 5 Menit yang Realistis

Jika Ibu mengidentifikasi kelemahan 'Kurang disiplin waktu' atau 'Mudah stres', maka self-care harus dimulai dari yang sangat kecil dan mudah dijangkau. Contoh Aksi Nyata (Sesuai Konteks IRT):

1.      Stop Scroll 5 Menit: Alihkan 5 menit waktu scroll media sosial untuk mendengarkan dzikir atau teknik pernapasan saat mencuci piring atau menjemur pakaian.

2.      Jurnal Rasa Syukur : Sebelum tidur, tulis satu hal baik yang terjadi hari ini (Gratitude Journal). Ini mengalihkan fokus dari kekurangan (weakness) ke anugerah (strength).

3.      Batas Waktu Bekerja : tetapkan jam 9 malam sebagai batas akhir pekerjaan rumah. Setelah itu, 30 menit sepenuhnya untuk diri sendiri (membaca, minum teh, atau mengobrol ringan dengan suami).

 

MENCIPTAKAN VERSI TERBAIK DIRI

Setelah mengenal diri lebih dalam, saatnya membuat rencana aksi nyata. Ingat, perubahan kecil yang konsisten lebih bermakna daripada target besar yang tidak realistis. Berikut adalah langkah-langkah nyata yang bisa Ibu lakukan :

1.      Bangun Kekuatan: Fokus mengembangkan apa yang sudah Ibu kuasai. Jika Ibu pandai memasak, Ibu bisa mulai belajar food photography atau membuka kelas memasak online

2.      Hadapi Kelemahan: Kelola kelemahan, jangan menyalahkan diri. Jika Ibu mudah cemas, coba teknik pernapasan atau dzikir. Jika kurang disiplin waktu, mulailah dengan membuat jadwal sederhana.

3.      Manfaatkan Peluang: Berani mencoba hal baru yang sesuai dengan kekuatan Ibu. Bergabung dengan komunitas IKBI, ikut webinar, atau mulai hobi yang tertunda.

4.      Terima Diri Sepenuhnya : Belajarlah mencintai proses, bukan hanya hasil akhir. Ingat, "Tidak ada yang sempurna. Itulah indahnya menjadi manusia".


SATU LANGKAH KE DEPAN

Perjalanan mengenal diri dimulai dari satu langkah kecil yang konsisten. Tidak perlu sempurna, yang penting dimulai dengan niat yang tulus. Pertanyaan Refleksi :

 

Ø  Setelah webinar ini, satu hal kecil apa yang akan Ibu-ibu mulai lakukan untuk lebih mengenal diri sendiri?

 

Mungkin Ibu akan mulai menulis jurnal gratitude setiap malam atau meminta feedback jujur dari suami tentang satu hal yang bisa diperbaiki? Mari saling mendukung dalam komunitas IKBI ini, berbagi cerita, dan tumbuh bersama.

 

Ibu-ibu hebat, mari terus belajar dan berkembang bersama. Sampai jumpa lagi!


Dengan penuh cinta, 

Novie Anggriani Herman, S.Psi




 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar