ESSAY


DATA RIWAYAT PENDIDIKAN 
Pendidikan Terakhir : S1
Nama Instansi Pendidikan Terakhir : Universitas Muhammadiyah Malang
Bidang Pendidikan Terakhir : Non Pendidikan
Jurusan : S1 Psikologi

DATA PENGALAMAN MENGIKUTI PELATIHAN
1. Bimtek Penguasaan Ketrampilan Pemenuhan Guru Pembimbing Khusus (GPK)
Penyelenggara : Pemerintah Pusat
Tahun : 2021 - 2021

2. Workshop Inovasi Pembelajaran bagi Guru SD dan SMP
Penyelenggara : Pemerintah Kabupaten/Kota
Tahun : 2019 - 2019

3. Google Aplied Digital Skills
Penyelenggara : NGO/Lembaga Swasta
Tahun : 2021 - 2021

DATA PENGALAMAN BERORGANISASI DI BIDANG PENDIDIKAN
1. Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kabupaten Kediri
Kedudukan organisasi : Kota/Kabupaten
Deskripsi organisasi :
Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) merupakan sebuah organisasi yang terdiri dari guru BK se Kabupaten Kediri. MGBK memiliki peran penting sebagai wadah asosiasi guru BK. Salah satu peran penting MGBK adalah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk pengembangan diri guru BK di Kabupaten Kediri. Seperti curah pendapat, diskusi, koordinasi hingga seminar dan pelatihan (workshop).

Tahun aktif : 20 September 2021 - Sekarang

Peran dan Dampak dalam organisasi :
Dalam organisasi ini (MGBK), saya termasuk salah satu pengurus atau tim pengembang sejak tahun 2021. Saya terlibat aktif dalam berbagai kegiatan MGBK seperti menyusun program kegiatan, menyusun jadwal, menjadi pemateri, berkolaborasi dengan rekan sejawat, berkoordinasi dan melakukan evaluasi kegiatan. Sebagai tim pengembang, keaktifan saya dan rekan-rekan sesama tim pengembang sangat berpengaruh terhadap jalannya roda organisasi. Sebab MGBK mewadahi seluruh guru BK se Kabupaten Kediri, maka kami dituntut untuk kreatif dalam menyusun program kegiatan. Salah satu kegiatan yang saya inisiasi adalah diadakannya sharing session. Pada kegiatan ini saya menjadi pemateri dan pemandu curah pendapat. Peserta MGBK sangat antusias dengan kegiatan ini karena bisa saling bertukar pendapat terkait permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di sekolah masing-masing kemudian dipecahkan bersama dalam sharing session ini.

2. Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Kabupaten Kediri
Kedudukan organisasi : Kota/Kabupaten

Deskripsi organisasi :
ABKIN merupakan organisasi profesi yang menaungi guru Bimbingan dan Konseling. Sebelum menjadi ABKIN, organisasi ini bernama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan dan Konseling). Salah satu tujuan berdirinya ABKIN adalah untuk memajukan profesi bimbingan dan konseling di Indonesia sebagai profesi yang bermartabat untuk mempersiapkan generasi yang berkarakter pelajar pancasila.

Tahun aktif : 20 September 2021 - Sekarang

Peran dan Dampak dalam organisasi :
Sebagai pengurus ABKIN di tingkat Kabupaten Kediri, saya berupaya untuk mengambil peran aktif dan terlibat dalam kegiatan organisasi. Salah satu kegiatan yang pernah saya ikuti adalah menghadiri konferensi daerah ABKIN Jawa Timur (Konferda) pada tanggal 18 Januari 2020 di Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri 16 perwakilan cabang ABKIN Jawa Timur. Dampak dari kegiatan itu, saya dan beberapa pengurus yang hadir dalam konferda tersebut membawa nama ABKIN Kabupaten Kediri ke tingkat daerah dan menjalin relasi dengan pengurus daerah. Sehingga kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh ABKIN Kabupaten Kediri mendapat dukungan dari daerah bahkan pusat.

3. Ketua Bidang Pendidikan Ikatan Istri Keluarga Besar (IKBI) PTPN 10

Kedudukan organisasi : Provinsi

Deskripsi organisasi :
IKBI merupakan organisasi istri karyawan PT Perkebunan Nusantara yang beranggotakan para istri karyawan PT Perkebunan Nusantara Group

Tahun aktif : 2017 - 2020

Peran dan Dampak dalam organisasi :
Keberadaan IKBI dianggap penting bagi perusahaan karena melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial yang merepresentasikan PTPN. Salah satu tugas besar IKBI adalah mengelola sekolah TK milik unit usaha pabrik gula PTPN 10 yang tersebar di jawa timur. Sebagai ketua bidang pendidikan PTPN 10, keaktifan saya dalam mengorganisir pengurus bidang pendidikan di masing-masing unit usaha pabrik gula PTPN 10 menjadi tombak utama jalannya organisasi. Namun demikian peran aktif pengurus dan anggota yang lain juga merupakan support system yang penting bagi kelancaran semua aktifitas organisasi.


DATA PENGALAMAN MENJADI SUKARELAWAN
Nama Program/Aktivitas : Program Jumat Berkah
Penyelenggara Program : Komunitas Fastabiqul Khoirot (FASQO)
Ruang lingkup program : Komunitas Luar Sekolah

Ceritakan tugas dan peran anda sebagai sukarelawan :
Komunitas Fastabiqul Khoirot merupakan majelis taklim yang saya ikuti di masjid perumahan tempat saya tinggal. Program rutin yang dilaksanakan komunitas ini adalah berbagi nasi bungkus setiap hari jumat. Karena Jumat adalah jam dinas saya sebagai ASN maka saya ditunjuk sebagai koordinator repacking nasi beserta minuman sebelum didistribusikan oleh tim distributor mulai jam 7 pagi. Apabila tanggal merah jatuh pada hari Jumat saya ikut berkeliling mendistribusikan nasi-nasi tersebut.

PENGALAMAN MELATIH/MENGEMBANGKAN ORANG LAIN BAIK SECARA INDIVIDU MAUPUN KELOMPOK
1. Instruktur Nasional Program PKB Guru BK SMP
Sasaran Pengembangan : Guru

Ceritakan proses pengembangan yang anda lakukan, kesulitan yang dihadapi dan dampaknya :
Saya pernah menjadi instruktur nasional dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru BK SMP. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 15 hari dengan pola IN ON IN. Pesertanya sebanyak 40 orang guru BK SMP se Kabupaten Kediri. In service training 1 dilaksanakan selama 5 hari tatap muka. Selama 5 hari itu saya menyampaikan materi dan latihan kerja dari modul PKB yang diberikan kepada peserta (ada 2 modul). Selama kegiatan IN 1 saya mengajak peserta untuk tetap enjoy dan rileks saat mengikuti pelatihan dan memahami modul. Saya menyiapkan banyak sekali ice breaking dan kuis untuk menghidupkan suasana kelas agar tidak monoton. Tidak ada kesulitan berarti yang saya alami karena seluruh peserta antusias dan terlibat aktif dalam kelas. Pun peran panitia yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik sehingga kegiatan berjalan lancar.

2. Menjadi Narasumber Webinar Nasional Pendidikan Inklusi
Sasaran Pengembangan : Guru

Ceritakan proses pengembangan yang anda lakukan, kesulitan yang dihadapi dan dampaknya :
Januari 2020 saya mendapat surat tugas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri untuk menjadi narasumber dalam kegiatan webinar Nasional Pendidikan Inklusi yang diselenggarakan oleh LP5i Malang. Dalam webinar yang diikuti oleh 1000 audience tersebut saya memaparkan tentang pelaksanaan pendidikan inklusi di kabupaten kediri dan berdiskusi dengan peserta di sesi tanya jawab. Sebagaimana kendala webinar terkadang sinyal yang tiba-tiba legging sehingga sedikit tersendat namun tak sampai melempar saya dari forum. Dampaknya, saya harus sedikit mengulang pemaparan yang saya sajikan. Namun secara umum webinar berjalan lancar.

3. Pembina KIR
Sasaran Pengembangan : Siswa

Ceritakan proses pengembangan yang anda lakukan, kesulitan yang dihadapi dan dampaknya :
Saya pernah membawa kelompok KIR SMP tempat saya mengajar (SMPN 3 Plosoklaten) meraih prestasi sebagai finalis 10 besar lomba KIR tingkat karesidenan Kediri. Tema yang kami angkat waktu itu adalah pemanfaatan lubang resapan biopori untuk pengolahan sampah di SMPN 3 Plosoklaten. Kesulitan yang saya hadapi adalah sulitnya mendapat literatur terkait tema yang kami angkat. Saya sampai membawa anak-anak (tim KIR yang terdiri dari kelas 8 dan 9) berkeliling ke perpustakaan kota bahkan sampai ke perpustakaan di lingkungan makam bung Karno di Blitar.

1. Apa Yang Memotivasi Anda Menjadi Guru Penggerak
Motivasi untuk diri, teman sejawat, sekolah, siswa

Menjadi guru adalah sebuah berkah dalam perjalanan hidup saya, sebab sekolah adalah tempat yang menyenangkan dan ladang pahala tak bertepi. Sekolah adalah sumber inspirasi dengan peserta didik sebagai pusat pembelajaran. Bagi saya, guru adalah spirit dan ruh dalam pembelajaran maka guru tak boleh berhenti belajar dan berdoa.

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka saya ingin terus meningkatkan kemampuan sebagai guru dan konselor yang kompeten, menyenangkan dan update bagi peserta didik yang saya ampu. Bagi saya menjadi guru tak hanya mentransfer pengetahuan namun juga menanamkan karakter bagi peserta didik dan menjadi role model yang baik bagi usia remaja mereka. Harapan saya, kelak mereka akan melakukan hal-hal baik yang pernah dialami di sekolah.

Sebagai guru yang ingin terus belajar, mengikuti kegiatan calon guru penggerak adalah salah satu upaya saya agar terus belajar dan tidak alergi terhadap hal-hal baru. saya ingin terus mengikuti perkembangan dan kemajuan dalam dunia pendidikan agar bisa menerapkan merdeka belajar yang berpusat pada peserta didik.

Ilmu yang bermanfaat adalah ketika si pencari ilmu bisa menularkan ilmunya kepada orang lain, kelak jika saya diberi kesempatan untuk menjadi guru penggerak saya akan berbagi ilmu yang saya peroleh kepada sejawat di sekolah tempat saya bertugas. Menggerakkan teman-teman guru untuk bersama belajar dan menerapkan merdeka belajar di sekolah maupun diluar sekolah jika dibutuhkan.

Keinginan dan harapan dalam hidup ini tak mungkin bisa terlaksana jika tidak dimulai dengan sebuat tindakan nyata (action). Hal pertama yang saya lakukan adalah memotivasi diri sendiri dengan terus berpikir dan bersikap positif agar saya tetap sehat dan bugar. membuat ceklist atau to do list untuk mencatat hal-hal penting dan tanggal-tanggal penting yang harus saya lakukan agar saya bisa menjadi bagian dari guru penggerak yang luar biasa ini.

Setelah semua upaya saya kerahkan, hal terakhir adalah berdoa dan berpasrah kepada Allah agar Allah meridhoi dan memudahkan langkah saya untuk menjadi guru penggerak dan menjadu guru yang bermartabat

2. Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Sebutkan kelebihan diri dan jelaskan kenapa kelebihan itu dapaat mendukung kerja Anda dlm PGP, jelaskan secara detil

Menurut saya, salah satu kelebihan yang mendukung peran sebagai guru penggerak adalah kemampuan menghiudpkan suasana kelas menjadi aktif, atraktif dan menarik. Salah satu yang menjadi kelebihan saya sebagai seorang guru adalah kemampuan melibatkan siswa dalam proses pemberian layanan bimbingan klasikal dengan mengajak mereka aktif sepanjang pemberian layanan berlangsung. Salah satunya dengan bermain games pembelajaran. Misal, saya ajak mereka berpindah kursi melalui sebuah cerita. Jadi, saya bercerita tentang sebuah peristiwa, apabila saya menyebutkan satu kata khusus mereka harus berpindah tempat. Mereka yang tidak kebagian kursi akan kalah dan harus menjawab pertanyaan yang saya berikan seputar materi pelajaran saya.

Melalui pengajaran yang kreatif dan inovatif serta melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, menurut saya itu sangat efektif untuk menarik minat siswa dalam mempelajari sebuah materi dan mengajak mereka untuk mengeksplorasi pengetahuan dengan praktik langsung. Saya berharap, peran saya sebagai guru penggerak bisa membangkitkan proses berpikir kritis siswa, menanamkan akhlak mulia sehingga prestasi siswa dan kreatifitasnya meningkat sejakan dengan profil pelajar pancasila.

Selain itu, yang akan mendukung peran saya sebagai guru penggerak adalah beberapa pengalaman yang saya miliki, diantaranya :

1. Menjadi bendahara BOS selama 5 tahun
2. Finalis inobel tahun 2021
3. Menulis 2 buku
4. Instruktur nasional guru pembelajar
5. Mengikuti Bimbingan teknis Pemenuhan Guru pendamping khusus di Solo
6. Pemateri dalam MGBK
7. Peserta konferda ABKIN di Surabaya
8. Urusan kesiswaan
9. finalis lomba KPK
10. Sekretaris SPMI tingkat sekolah
11. Pengurus ABKIN Kabupaten Kediri
12. Pengurus MGBK Kabupaten Kediri
13. Pemateri webinar tingkat nasional tentang pendidikan inklusi


3. Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Ceritakan ttg inovasi/inisiatif Anda yang kemudian menjadi program kerja sekolah. Jelaskan alasan/latar belakangnya kenapa anda mengusulkan hal tsb. (alasan harus kuat), jelaskan pula langkah-langkah Anda dlm mewujudkan inisiatif tersebut.

Tahun 2020 adalah tahun terberat dalam sejarah hidup manusia dalam sepuluh tahun terakhir, semua orang terkena dampak dari munculnya virus korona. Semua orang diam di rumah, semua aktivitas sebisa mungkin dilakukan dari rumah termasuk aktivitas pembelajaran yang efektif diberlakukan pada hari Senin, 16 Maret 2020. Guru dituntut untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Hal ini tidak mudah, terutama di sekolah tempat saya mengajar. Kendala utama adalah minimnya kecakapan Guru dalam pemanfaatan media TIK. Belum semua Guru familier dengan perangkat-perangkat teknologi informasi yang menjadi senjata utama untuk memberikan pengajaran secara online.

Dari keresahan tersebut saya berinisiatif mengajari rekan-rekan guru di sekolah untuk mengoperasikan aplikasi video conference untuk pembelajaran yakni google meet dan zoom meeting. Awalnya hanya beberapa guru, kemudian berkembang menjadi banyak yang akhirnya oleh kepala sekolah difasilitasi sebuah workshop khusus pembelajaran TIK bagi guru dengan saya sebagai narasumbernya. Kegiatan ini berlangsung pada bulan Juli tahun 2021. Selain kegiatan tersebut, pembuatan social media sekolah sebagai sarana promosi dan informasi siswa juga merupakan inisiatif yang saya usulkan kepada sekolah dan ditindak lanjuti oleh kepala sekolah dengan membuatkan website berbayar serta akun media social resmi milik sekolah dengan saya sebagai penanggung jawabnya.

Saat menjadi bendahara sekolah, saya membuat sebuah inovasi yang belum ada sebelumnya di sekolah kami yakni SOP berbasis SLA (Service Level Agreement) yaitu layanan satuan waktu yang dapat diukur penyelesaiannya. Misal, seorang guru ditugaskan untuk mengikuti workshop di dalam kota selama dua hari. Maka pencetakan SPPD hingga pencairan dana BPD (Biaya perjalanan dinas) akan terukur waktunya sesuai alur SOP yang sudah saya buat. SOP tersebut saya cetak pada sebuah banner dan saya letakkan di tempat strategis yakni di ruang guru dan ruang TU. Yang melatar belakangi pembuatan SOP ini adalah belum tertibnya alur pencetakan SPPD dimana seringkali bagian tata usaha terlambat membuatkan SPPD atau guru yang ditugaskan tidak menginformasikan kepada Tata Usaha terkait tugasnya, padahal jika tanpa SPPD bendahara akan kesulitan mencairkan biaya perjalanan dinas terkait dengan laporan BOS. Setelah saya buat SOP maka alur-alur yang terkait dengan keuangan BOS berjalan lancer dan terukur penyelesaiannya.

4. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah, orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Ceritakan pengalaman dalam bekerja sama dengan pihak lain. Usahakan idenya kegiatan itu dari Anda. Jelaskan fasilitas yg anda sediakan agar terjadinya kesepakatan dalam kerjasama tsb. Apa alasannya anda mengusulkan kegiatan itu, dan mengapa pihak itu yg anda pilih sbg rekan kerjasama

Pengalaman dalam bekerja sama dengan rekan sejawat sejauh ini relatf tidak ada masalah yang serius. Jikapun ada gesekan adalah wajar dan dapat kami selesaikan dengan baik. Pun dengan pimpinan, komunikasi kami berjalan lancar dan distribusi tugas bisa saya terima dengan baik. Saat menjabat sebagai urusan kesiswaan saya memprogramkan kegiatan-kegiatan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya di sekolah kami. Salah satu kegiatan yang paling berkesan yang saya laksanakan waktu itu adalah ketika kegiatan tengah semester (KTS) saya mengundang dokter gigi dari rumah sakit gigi dan mulut (RSGM) IIK Kediri untuk memberikan penyuluhan Kesehatan gigi kepada para siswa.

Mengapa harus penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut? Sebab saya lihat dan saya amati banyak sekali siswa yang ijin karena sakit gigi, juga ada beberapa siswa yang belum memiliki kesadaran untuk Kesehatan dan kebersihan giginya. Karena kebetulan saya adalah pasien rutin untuk kontrol gigi rutin di RSGM maka saya terpikir untuk menjalin kerjasama dengan lembaga tersebut.

5. Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Ceritakan kesulitan dlm membangun kerjasama dlm kegiatan yg anda ceritakan di nomor 2.1

Untuk pelaksanaan teknis dan rencana kegiatan penyuluhan Kesehatan gigi dan mulut dalam rangka kegiatan tengah semester siswa (KTS) itu saya kemudian menyusun proposal kegiatan dan saya paparkan didepan staff urusan yang membantu kepala sekolah.

Saat pemaparan program tersebut, tentu saja tidak semua peserta rapat langsung menyetujui, meskipun secara umum rekan-rekan staf setuju atas kegiatan tersebut. Namun ada beberapa hal teknis yang harus didiskusikan terkait waktu pelaksanaan, biaya, akomodasi, penataan ruangan dan posisi duduk siswa serta tindak lanjut pasca kegiatan. Kami berdiskusi, saling memberi masukan dan saran demi kelancaran kegiatan yang menjadi kegiatan sekolah.

Saya selaku inisiator dengan pikiran sangat terbuka dan kolaboratif menerima semua masukan yang baik itu demi kesempurnaan proposal kegiatan tersebut. Justru dengan diskusi tersebut rancangan kegiatan itu menjadi semakin matang dan siap untuk diadakan. Bukankah dua kepala lebih baik dari pada satu kepala untuk menyusun sebuah rencana? Dan ini saya yakini betul, the power of collaboration..

6. Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Ceritakan upaya yg anda lakukan untuk menghadapi kesulitan yg anda ceritakan di nomor 2.2

Saat proses diskusi, saya dengan pikiran terbuka dan jiwa kolaborasi menerima masukan, kritik dan saran yang membangun demi kelancaran kegiatan tersebut. Saya tekankan kepada rekan-rekan bahwa ini adalah kegiatan bersama, sehingga lancar tidaknya adalah menjadi tanggung jawab bersama. Tidak masalah saya yang menginisiasi, namun eksekusi kegiatan merupakan kerjasama dan kolaborasi seluruh dewan guru sebagai pendidik. Karena apapun yang kita programkan, sebaik apapun perencanaan jika tidak didukung dengan ketulusan dan kekompakan tidak akan ada artinya.

Maka saya berusaha untuk mengakomodir semua pendapat dan membangun kesepahaman tujuan didakannya kegiatan ini. Lancar tidaknya suatu kegiatan tergantung dari seberapa matang kegiatan tersebut dirancang. Hal ini saya upayakan untuk bisa dipahami rekan-rekan staf. Demikian pula upaya antisipatif apabila nanti saat program ini dipaparkan kepada rapat dinas dewan guru mendapat penolakan. Bagaimana saya dan rekan staf bisa meyakinkan rekan-rekan guru selaku pelaksana lapangan saat kegiatan berlangsung dengan tanpa emosi.

Sikap tenang dan kepala dingin selalu saya jaga saat berkolaborasi dengan rekan sejawat dalam kegiatan apapun, termasuk kegiatan mengundang dokter gigi untuk kegiatan tengah semester penyulihan kesehatan gigi dan mulut pada siswa ini. Sikap tenang itulah yang menjadikan saya bisa santai dan tenang menghadapi apapun yang terjadi kepada saya. Dengan bersikap tenang, saat terjadi kendala ditengah kegiatan saya bisa dengan cepat mencari alternatif pemecahannya.

7. Bagaimana hasilnya?
Setelah proses diskusi yang cukup panjang akhirnya saya mendapat dukungan dari semua pemangku kebijakan dan melanjutkan langkah mengajukan proposal ke management RSGM dan mengumukan ke semua guru karyawan saat rapat dinas. Saat hasil rapat tersebut diumumkan kepada rapat dinas yang dihadiri seluruh dewan guru dan karyawan, kami mendapat dukungan penuh dari seluruh guru. Sebab program seperti ini (berkolaborasi dengan lembaga seperti rumah sakit dan mendatangkan profesi tertentu ke sekolah) belum pernah dilakukan sebelumnya dan mendapat animo yang baik dari semua guru.

Sambutan sangat positif saya terima di RSGM, lembaga tersebut bahkan mengirimkan 5 dokter gigi sekaligus dari 3 orang yang saya ajukan. Seluruh guru dan karyawan kompak bersama-sama mendukung terlaksananya kegiatan ini

3. Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling menantang, kompleks, atau sulit saat menjalankan tugas Anda.

3.1 Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!

Jawab:
Ceritakan pengalaaman saat mendapatkan bebrapa permasalahaan yg datang scr bersamaan sehingga menimbulkan permasalahan yg pelik.

Setiap pekerjaan pasti ada resiko dan tanggung jawab yang harus dipikul. Demikian pula ketika saya memutuskan untuk menjadi guru dan menerima tugas tambahan sebagai bendahara BOS. Sungguh menantang dan membangkitkan adrenalin, dimana saya harus tetap melaksanakan tugas utama sebagai guru BK bersamaan dengan menjalankan tugas sebagai bendahara sekolah dengan beban yang tidak ringan.

Seperti diketahui, seorang bendahara bertugas untuk menyusun rencana keuangan, mengalokasikan, menyalurkan dan melaporkan. Dengan tugas tambahan seberat ini saya dituntut untuk disiplin dan tidak boleh lengah, sebab para siswa tetap harus ditunaikan haknya yakni mendapatkan layanan bimbingan dan konseling dengan baik.

3.2 Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?

Jawab:
Kunci nya : penggalian info akar masalah, identifikasi permasalahan utama, dan memutuskan permasalahan yg harus diselesaikan lbh dulu.
Saat terberat adalah saat mendekati deadline laporan BOS dan ada banyak siswa yang perlu bantuan untuk menyelesaikan permasalahan mereka. Keduanya penting, mendampingi siswa adalah tugas utama saya sebagai guru. Meneyelesaikan laporan BOS tepat waktu adalah tanggung jawab saya sebagai pemegang keuangan negara. Ketepatan laporan adalah pertaruhan intgritas bendahara dan sekolah dimata pemangku kebijakan keuangan.

Dalam kondisi seperti ini, saya berusaha untuk tetap tenang dan berusaha menyelesaikan satu persatu sesuai urutan prioritas di catatan to do list yang saya buat. Saat jam dinas maka totalitas saya curahkan waktu untuk memberikan bantuan kepada peserta didik sesuai dengan kapasitas saya sebagai guru BK untuk memandirikan mereka sesuai usia perkembangannya. Laporan BOS atau yang terkait dengan keuangan sekolah saya selesaikan setelah urusan siswa selesai. Misal saat tak ada jam masuk kelas, tak ada siswa yang berkonsultasi, atau malam hari. Kuncinya adalah harus disiplin, tepat waktu dan tidak menunda - nunda pekerjaan.

3.3 Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?

Jawab:
Kunci nya : menerima masukan dari orang lain dalam memutuskan tindakan, menyiapkan alternatif-alternatif, sebagai antisipasi dampak tindakan.
Setiap ada kesulitan pasti disertai dengan kemudahan (inna ma’al ‘usri yusro). Ayat dalam surat al insyirah ini saya Yakini bahwa dalam setiap urusan pelik yang saya hadapi Tuhan pasti juga menghadirkan solusinya. Berkomunikasi dan berkoordinasi dengan atasan adalah satu hal yang tidak saya lupakan dalam menyelesaikan semua urusan pekerjaan saya.

Terkait kebijakan keuangan dan permasalahan yang timbul, saya selalu berkoordinasi dengan pimpinan dan berkolaborasi dengan staf urusan atau yang terakit dengan hal itu. Dengan demikian akar permasalahan yang menjadi sumber konflik bisa terselesaikan dan terpecahkan dengan cepat.

Terkait penanganan siswa di sekolah, saya senantiasa mengutamakan kolaborasi dengan wali kelas, guru mata pelajaran dan wali murid bahkan siswa lain. Missal, ada siswa yang sering sekali membolos maka hal pertama yang saya lakukan adalah menggali data dan informasi dari teman-teman dekat siswa tersebut, setelah diperoleh data maka saya akan melayangkan undangan panggilan wali murid ke sekolah. Jika panggilan tersebut diabaikan maka saya akan berkunjung ke rumah siswa yang bermaslaah tersebut bersama wali kelasnya. Kami menyebut kegiatan ini dengan Home Visite.

Dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait atas tugas dan pekerjaan saya, alhamdulillah sangat memudahkan dan melancarkan tupoksi yang saya emban. Jika timbul konflik akan bisa cepat terselesaikan, baik itu terkait masalah keuangan BOS maupun penanganan siswa bermasalah.

3.4 Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?

Jawab:
Ceritakan keputusan/tindakan yg dipilih dan ceritakan dampaknya
Hasil yang nyata, selama saya menjabat sebagai bendahara sekolah semua kegiatan dan laporan keuangan bisa saya selesaikan tepat waktu. Hubungan saya dengan teman-teman guru dan karyawan juga harmonis, komunikasi kami berjalan lancar. Meskipun sibuk dengan tugas tambahan tersebut, kewajiban utama saya sebagai guru BK juga dapat saya laksanakan dengan baik. Hal ini saya yakini berkat kolaborasi yang bagus antara saya dengan berbagai pihak terkait, yakni pimpinan, guru mapel, wali kelas, wali murid dan siswa.


4. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru. Ceritakan pengalaman Anda saat mendapatkan masukan atau umpan balik terkait kemampuan Anda.

4.1 Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?

Jawab:
Ceritakan pengalaman anda saat mengikuti pelatihan. Usahakan pelatihan ini diambil atas inisiatif sendiri. Jenis pelatihan yg diambil adalah untuk meningkatkan kompetensi yang dirasa kurang, berdasarkan masukan dr orang lain.

Pendidikan inklusi belakangan mulai marak dibicarakan. Sekolah tempat saya mengajar memang bukan sekolah inklusi, namun saya melihat ada banyak siswa yang inputnya kurang bagus yakni belum bisa membaca atau menulis. Keresahan saya ini saya utarakan kepada seorang teman di sekolah. Saya merasa butuh sekali ilmu terkait penanganan anak-anak tersebut di sekolah kami. Kompetensi yang saya miliki terkait penanganan anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah masih sangat kurang.

Sebuah kebetulan yang indah saat teman tersebut menginformasikan kepada saya terkait pendaftaran diklat pemenuhan calon guru pembimbing khusus (GPK) melalui laman SIM PKB sekitar awal januari 2020 (saat awal-awal korona).

Saya kemudian berkonsultasi dengan kepala sekolah sekaligus meminta ijin beliau untuk mendaftar pada laman SIM PKB terkait pemenuhan calon guru pembimbing khusus (GPK). Ijin kepala sekolah keluar dan saya memasukkan lamaran ke Kemendiksus selaku penyelenggara kegiatan. Dan alhamdulillah nama saya muncul sebagai salah satu calon peserta diklat pemenuhan guru pembimbing khusus (GPK)

4.2 Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?

Jawab:
Ceritakan saat pertama kali mendapatkan masukan tersebut, bagaimana tanggapan anda saat itu.

Saat saya menceritakan tentang kegundahan dan keresahan saya terkait penanganan anak-anak berkebutuhan khusus yang banyak saya temui kemudian teman saya memberikan informasi yang sangat saya butuhkan maka saya sangat senang dan berterimakasih. sebelum menghadap pimpinan saya berdiskusi dengan beberapa teman terkait pendidikan calon guru pembimbing khusus tersebut, termasuk konsekuensi apa yang harus diterima jika lolos sebagai GPK. Hal berikutnya yang saya lakukan adalah berkonsultasi dengan pimpinan.

Mengapa harus berkonsultasi dengan pimpinan?
Sebagai anak buah, apapun yang saya lakukan jika itu terkait dengan sekolah maka harus mengetahui pimpinan. Sebab jika dikemudian hari ada konsekuensi akibat dari perilaku saya maka saya harus bisa mempertanggung jawabkan. Informasi yang saya dapatkan adalah, apabila kelak saya menajdi guru pembimbing khusus (GPK) bisa jadi sekolah tempat saya mengajar akan beralih dari sekolah regular menjadi sekolah inklusi. Sebuah konsekuensi yang tidak mudah..

4.3 Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?

Jawab:
Ceritakan pengalaman anda saat sedang dalam pelatihan tersebut. Tunjukkan bahwa anda bersungguh2 dlm pelatihan tsb, dan melakukan upaya yang lebih besar dr pd peserta pelatihan lainnya.

Pelatihan guru pembimbing khusus yang saya ikuti dilaksanakan dengan dua model pembelajaran. Pertama adalah bimtek tahap pemahaman konsep yang dilaksanakan secara daring selama sepuluh hari dengan dipandu seorang widya iswara dan seorang narasumber. Selama sepuluh hari tersebut kami harus menyelesaikan 6 modul pemebelajaran diawali dengan pre test. Selama pembelajaran daring kami dibagi dalam beberapa kelas yang terdiri dari 20 orang tiap kelasnya.

Saya senang sekali bisa berkenalan dengan teman-teman guru dari berbagai daerah. Dalam setiap satu modul ada ruang diskusi yang harus kami isi di LMS yang disediakan. Selama 10 hari tersebut kami mengadakan pertemuan virtual melalui zoom meeting yang dipandu widya iswara. Saat pertemuan online tersebut kami juga berkesempatan untuk bertanya terkait hal-hal yang kurang dipahami didalam modul. Saya selalu terlibat aktif dalam setiap diskusi dan tanya jawab sampai saya bisa memahami degan baik konsep-konsep Pendidikan inklusi.

Beberapa bulan pasca bimtek tahap pemahaman konsep, saya mendapat undangan untuk mengikuti diklat offline tahap penguasaan ketrampilan di solo jawa tengah pada tanggal 16 – 19 november 2021 yang lalu. Satu bulan sebelum berangkat ke solo, kami sudah dimasukkan kedalam beberapa kelompok dan dilakukan pembimbingan secara daring oleh narasumber. Yakni menyiapkan siswa yang akan dibahas kasusnya saat diklat offline.

Dalam kegiatan diklat penguasaan ketrampilan ini peserta diklat dituntut untuk teliti dan aktf dalam kegiatan diskusi. Alhamdulillah hasil akhir raport diklat penguasaan ketrampilan yang saya peroleh sangat memuaskan yakni 92,63 tertinggi diantara 7 orang yang dikirim dari Kabupaten Kediri.

4.4 Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?

Jawab:
Gambarkan bahwa hasil pelatihan tersebut berguna dalam pembelajaran dan telah anda terapkan dlm kelas anda. Tunjukkan dampaknya pd siswa

Ilmu yang saya peroleh dari diklat pemenuhan calon guru pembimbing khusus ini sangat bermanfaat untuk saya terapkan di sekolah tempat saya mengajar. Tahap-tahap identifikasi, pemanfaatan instrument hingga analisis tindak lanjut yang diajarkan sangat aplikatif untuk diterapkan di sekolah. Jika awalnya identifikasi terhadap anak berkebutuhan khusus hanya berdasarkan laporan dari guru mata pelajaran atau wali kelas maka sepulang diklat saya bisa menelusuri atau mengasesmen lebih banyak siswa sehingga permasalahan atau kebutuhan-kebutuhan mereka bisa terpenuhi dengan lebih cepat.

Siswa yang diduga memiliki kebutuhan khusus segera saya panggil untuk diberi treatmen sesuai kebutuhan mereka. Saya juga menginformasikan kepada guru mata pelajaran dan wali kelasnya agar penanganan yang sama bisa diberikan kepada siswa tersebut. misal, siswa yang belum bisa membaca akan saya beri treatmen dengan mengenalkan huruf saat pelajaran saya dengan menurunkan kompetensi dasar yang harus diselesaikan di kelasnya. Saat siswa lain menjawab tugas sesuai dengan konten maka siswa berkebutuhan khusus ini akan mengenal huruf dalam konten atau materi yang saya ajarkan.

Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas, tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan tanggung jawab baru, atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?


Jawab:
Ceritakan pengalaman anda dalam melatih teman sejawat atau membimbing lomba siswa. Jika untuk teman sejawat upayakan bhw pembimbingan tsb atas ide anda berdasarkan pengamatan anda thd kompetensi teman sejawat tsb

Awal masa korona adalah masa terberat bagi seluruh guru di sekolah saya terutama para guru yang tidak terampil dalam pemanfaatan TIK. Pada saat pembelajaran online penggunaan teknologi informasi menjadi ujung tombak kelancaran proses belajar mengajar. Guru dituntut untuk memastikan bahwa seluruh siswa tetap mendapatkan layanan pembelajaran meskipun dilaksanakan jarak jauh dalam jaringan (daring). Sangat berat bagi mereka yang gaptek atau tidak bisa mengoperasikan berbagai media TIK. Di sekolah saya, masih banyak guru yang belum mahir dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk keperluan pembelajaran. Dari situlah saya tergerak untuk menularkan ilmu yang saya miliki kepada teman-teman saya..


Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Jelaskan scr detil jenis pelatihan yg anda ingin terapkan pd teman sejawat tsb, bagaimana anda menyampaikan kpd beliaunya, dan bagaimana anda merancang pembimbingan tsb


Saya yang kebetulan mampu mengoperasikan berbagai media TIK termasuk media teleconference tergerak untuk menularkan ilmu kepada rekan-rekan guru tersebut. Menurut saya, guru tetap harus bertemu muridnya meski hanya sekali dalam seminggu melalui media teleconference ini. Awalnya ada dua rekan guru yang tertarik dengan penjelasan saya mengenai media teleconference ini, yaitu google meeting. Mengapa google meeting? karena pada waktu itu bersamaan dengan adanya subsidi kuota dari pemerintah yang support kepada google dengan sega fiturnya.

Saya ajarkan step demi step membuat room di Gmeet, merekam, mengganti background, menjadwalkan meet hingga mengakhirinya. Kami praktek bersama. Dari yang awalnya hanya dua orang akhirnya hampir semua guru mulai belajar bersama. Yang sudah bisa mengajari yang baru mau mulai belajar. Kepala sekolah yang mengamati aktivitas ini kemudian memanggil saya untuk bersedia menjadi narasumber kegiatan diklat penguasaan TIK bagi guru di sekolah. Dibuatkan diklat agar lebih terstruktur kegiatannya dengan saya sebagai salah satu instrukturnya.

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Ceritakan kesulitan yg dialami teman sejawat tsb (coachee), dan ceritakan tawaran bantuan yg anda berikan kpd coachee, ceritakan hambatan2nya, dn tindakan apa yang anda lakukan untuk mempertahankan motivasi coachee

Dengan diselenggarakannya workshop TIK secara resmi oleh sekolah maka proses belajar teman-teman terhadap TIK menjadi lebih terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan pembimbingan langsung dari guru-guru yang memiliki kemampuan TIK. Dengan telaten dan sabar saya beserta empat rekan yang mahir TIK membimbing peserta workshop yang berjumlah 21 orang (semua guru). Beberapa istilah sulit dalam dunia TIK kadang kala sedikit menyulitkan peserta workshop, namun saya berusaha mencari padanan kata yang paling mudah untuk diterima dan dihafalkan oleh mereka (familier) dan menjelaskan dengan santai agar peserta bisa paham terhadap materi yang saya berikan.

Secara umum tidak ada hambatan berarti yang saya temui dalam kegiatan tersebut. Hanya motivasi peserta workshop yang kadang up and down. Apabila materi dirasa agak sulit, ada beberapa rekan yang awalnya bersemangat menjadi nampak menyerah dan pasrah karena merasa tidak bisa. Yang saya lakukan untuk mempertahankan motivasi peserta workshop TIK adalah terus mendampingi dengan telaten dan meyakinkan mereka bahwa ini tidak sulit jika kita mengikuti Langkah-langkah yang sudah dijelaskan oleh instruktur. Meyakinkan mereka bahwa jika kita mampu menguasai setidaknya satu saja media TIK maka pembelajaran menjadi lebih mudah dan sekaligus meringankan kerja guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Praktek langsung juga menjadi salah satu penyemangat bagi para peserta workshop TIK. Dengan mempraktekkan dan mendemonstrasikan secara langsung dan bisa itu akan membuat mereka senang sehingga bersemangat kembali..

5.4 Bagaimana hasilnya?
Alhamdulillah, sampai dengan hari ini semua guru di sekolah saya sudah memiliki setidaknya satu kemampuan dalam mengoperasikan media TIK untuk pembelajaran. Saat sekolah belum tatap muka langsung, setidaknya sebulan sekali para guru mengadakan pertemuan tatap muka daring dengan para siswa. Materi-materi pembelajaranpun saat ini sudah disajikan dengan lebih menarik memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Hal ini merupakan percapatan yang sangat luar biasa bagi sekolah kami yang berada di pinggiran.

Komentar